Profil ReliQ




Profil
ReliQ [Rumah Edukasi dan Literasi al-Qur’an]

Dasar Pemikiran
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah menegaskan bahwa “sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” Hal ini menyiratkan pentingnya mempelajari al-Qur’an secara pribadi dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain. Berpijak dari hadits inilah kami tergerak untuk mendirikan sebuah lembaga yang concern pada pengajaran dan pengembangan literasi al-Qur’an.
Rumah Edukasi dan Literasi al-Qur’an, yang disingkat menjadi ReliQ, adalah Perkumpulan yang berdiri pada 22 Mei 2019 M/ 17 Ramadhan 1440 H. dan berbadan hukum berdasarkan Akta Notaris Veronika Sri Hartati, S.H. No. 57 tanggal 15 November 2019. Secara garis besar, lembaga ini memfokuskan diri pada pemberdayaan masyarakat muslim, khususnya untuk bidang keislaman melalui dua jalan utama, yakni edukasi dan pengembangan literasi berbasis al-Qur’an.
Jalan edukasi digunakan untuk mengentaskan buta huruf al-Qur’an. Kemampuan membaca al-Qur’an adalah kemampuan yang paling mendasar bagi seorang muslim. Hal itu dikarenakan al-Qur’an adalah wahyu Allah di mana syariat Islam berdiri mula-mula di atas dasar itu. Kemampuan seorang muslim dalam membaca al-Qur’an akan membuka pintu pengetahuan dan pemahaman terhadap ajaran Islam. Selain itu, membaca al-Qur’an itu sendiri memiliki nilai ibadah yang tinggi, sebagaimana yang tertuang dalam hadits-hadits Nabi. Itulah mengapa kemampuan membaca al-Qur’an dengan baik dan benar menjadi penting bagi setiap muslim.
Setelah kemampuan membaca al-Qur’an sudah tercapai dengan baik, maka tahapan selanjutnya adalah memahami kandungannya secara mendalam. Dari situlah tradisi literasi al-Qur’an bermula. Artinya, setelah jalan edukasi dilalui, maka kita beranjak pada jalan yang kedua: jalan pengembangan literasi, yakni jalan pemahaman, pengkajian, dan aktualisasi nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat muslim.
Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca. Para ulama tafsir memaknai perintah ini tidak saja perintah membaca al-Qur’an sebagai ayat-ayat qauliyah (teks al-Qur’an), tetapi juga membaca ayat-ayat kauniyah (alam dan manusia beserta kehidupannya) sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Karena itulah kami memaknai literasi al-Qur’an secara luas, tidak saja terbatas pada kemampuan membaca al-Qur’an yang baik dan benar, tetapi mengaktualisasikan nilai-nilai Qur’ani ke berbagai aspek kehidupan muslim. Sebagaimana majunya tradisi literasi yang beriringan dengan majunya peradaban di dunia, maka begitu pula tradisi literasi al-Qur’an yang kuat akan menuntun pada majunya peradaban muslim. Kita bisa melihat hal itu di masa lalu, di masa kejayaan Islam pada abad ke-8 hingga abad ke-13 di mana ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu empiris serta teknologi berkembang pesat secara beriringan hingga menciptakan peradaban agung Islam.
Untuk memuat landasan pemikiran berdirinya lembaga ini sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, kami menggunakan simbol logo berupa stilisasi kata Arab iqra’ yang membentuk huruf Q yang merupakan inisial dari al-Qur’an. Kata iqra’ adalah kata pertama pada wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.


Visi
Menjadi lembaga kerelawanan yang profesional dalam pemberdayaan masyarakat bidang keislaman dan pengembangan tradisi literasi al-Qur’an.

Misi
1.       Melakukan pengajaran baca tulis al-Qur’an dan praktik keislaman kepada masyarakat
2.       Menyediakan layanan bimbingan dan konseling keagamaan
3.       Menyediakan ruang baca, bermain, dan belajar yang kreatif
4.       Memfasilitasi penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS), baik dari perorangan maupun lembaga, kepada para mustahiq
5.       Memfasilitasi penyediaan beasiswa bagi masyarakat tidak mampu untuk mempelajari agama Islam mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi keislaman
6.       Melakukan riset dan membuat publikasi sebagai media komunikasi.

Nilai-nilai Dasar
1.       A. Keislaman
2.       B. Kerelawanan
3.       C. Kemandirian
4.      D.  Kerjasama

Platform
Untuk mencapai visi dan misi itu, lembaga ini bergerak di atas 9 platform, yakni:
1.       
     
        1. Sarikat (Pusat Riset dan Publikasi Terpadu)
Riset adalah salah satu pondasi penting dari lembaga ini. Kebutuhan akan data empiris adalah kebutuhan primer dalam menopang setiap upaya pemberdayaan yang kami lakukan. Setiap kegiatan yang berada di bawah masing-masing platform, disusun berdasarkan hasil riset yang terpercaya. Riset juga dihubungkan secara terpadu dengan publikasi, baik hasil riset, kegiatan, maupun konten-konten edukatif berbasis media daring maupun cetak.

2.      2.   Kawis (Kewirausahaan Sosial)
Kata kawis memiliki arti karang yang dimaknai sebagai kekuatan. Atas dasar inilah kami menggunakan akronim Kawis untuk Kewirausahaan Sosial sebagai platform kedua dari lembaga ini. Kawis memiliki 2 fungsi utama: kemandirian pendanaan lembaga dan wadah bagi penerima manfaat untuk berlatih kewirausahaan. Platform ini akan menjangkau beragam peluang usaha yang dapat menopang kemandirian lembaga dan juga bersinergi dengan platform-platform lainnya.

3.      3. Pelita (Pendampingan Literasi al-Qur’an)
Pelita secara harfiah bermakna cahaya, dan cahaya bagi umat Islam adalah al-Qur’an itu sendiri. Karena itulah, wajib bagi setiap muslim untuk mampu membaca al-Qur’an secara baik dan benar. Platform ini berfungsi untuk mencapai tujuan itu. Kami melakukan pendampingan hingga orang-orang yang kita damping betul-betul mampu membaca al-Qur’an dengan baik dan benar.

4.       4. Kalam (Konseling dan Asistensi Keislaman)
Sejatinya, agama hadir sebagai solusi berbagai persoalan yang dihadapi umatnya. Agama tidak saja mengedepankan dimensi peribadatan semata, tetapi juga menjadi terapi spiritual umat dalam menghadapai persoalan-persoalan dalam kehidupannya. Platform Kalam, hadir untuk menyediakan layanan bimbingan dan konseling berbasis keislaman.

5.       5. Palasari (Program Lingkungan Sehat dan Lestari)
Masalah degradasi lingkungan saat ini telah menjadi isu global yang mendapat perhatian banyak pihak. Agama-agama di dunia, termasuk Islam, diharapkan dapat berperan aktif dalam menyelesaikan masalah-masalah lingkungan saat ini yang sudah pada taraf mengkhawatirkan. Paltform ini adalah program inisiatif dari lembaga ReliQ untuk ikut berpartisipasi dalam menjawab beberapa persoalan lingkungan hidup, khususnya di Indonesia. Melalui platform ini, nilai-nilai kekhilafahan manusia di bumi, sebagaimana tertuang dalam al-Qur’an, akan dipraksiskan dalam berbagai bentuk kegiatan kongkrit dan melibatkan masyakarat luas.

6.       6. Salur ZIS (Sahabat Penyalur ZIS)
Lembaga-lembaga filantropi di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang luar biasa, baik yang berbentuk badan amil milik negara, lembaga amil zakat milik swasta, hingga lembaga-lembaga yang berbentuk komunitas. Potensi dana yang dikelola sangat banyak. Diperlukan mekanisme penyaluran dana itu agar tepat sasaran dan tersebar luas hingga menjangkau wilayah-wilayah terpencil. Kami melihat, beberapa lembaga itu mengalami kekurangan tenaga penyalur dana ZIS. Dan platform ini kami siapkan untuk menjawab permasalahan itu. Di samping itu, berkaitan dengan platform riset yang kami jalankan, kami juga mengumpulkan sejumlah data permasalah sosial ekonomi di berbagai tempat. Data inilah yang akan kami ajukan kepada lembaga-lembaga filantropi untuk ditindaklanjuti. Dalam proses penyalurannya, kami akan melibatkan tenaga relawan dari kalangan muda.

7.       7. Sasaka Asuh (Santri dan Sarjana Keagamaan Asuh)
Pendidikan adalah salah satu upaya manusia dalam mewariskan pengetahuan kepada generasi selanjutnya, tak terkecuali pendidikan keislaman. Platform ini kami rancang untuk menjaring potensi-potensi muda generasi penerus ahli-ahli keislaman di wilayah terpencil yang kurang terjamah oleh lembaga-lembaga pendidikan keislaman. Kami melihat bahwa, salah satu aspek penting dari pemberdayaan masyarakat, khususnya bidang keislaman, adalah peningkatan pendidikan. Dengan menjaring potensi-potensi muda untuk mendapatkan akses pada pendidikan, harapannya adalah mereka-mereka inilah yang akan melanjutkan proses pemberdayaan masyarakat di lingkungan mereka sendiri. Sebab mustahil bagi lembaga-lembaga pemberdaya masyarakat, termasuk kami, akan secara terus-menerus melakukan pendampingan. Diperlukan generasi penerus dari kalangan masyarakat yang menjadi subjek pendampingan yang akan melanjutkan upaya-upaya pemberdayaan. Cara kerja kami adalah menjaring potensi-potensi muda dan menghubungkannya dengan pihak-pihak pemberi beasiswa, baik itu perorangan maupun lembaga. Karena fokus pemberdayaan kami adalah bidang keislaman, maka beasiswa pendidikan yang akan kami fasilitasi dikhususkan untuk pendidikan keislaman, mulai dari tingkat menengah dan atas di pondok pesantren hingga perguruan tinggi keislaman.

8.       8. Litera Budi (Literasi Budaya Islam)
Nilai-nilai Islam telah memberikan sumbangan yang penting bagi keragaman bentuk dan ekspresi budaya Indonesia sejak lama. Masuknya Islam ke Nusantara lewat jalur perdagangan telah mendorong berkembangnya agama ini lewat interaksi sosial dan budaya. Interaksi antara Islam dan budaya lokal ini telah melahirkan tidak saja budaya Arab yang diterima di kalangan masyarakat Nusantara, tetapi juga telah melahirkan bentuk-bentuk budaya baru. Inilah khazanah budaya Islam Indonesia yang kaya dan bernilai luhur. Platform ini berangkat dari kekayaan khazanah itu dan bergerak dalam menyebarluaskan, mengembangkan, dan memajukan budaya Islam di Indonesia.

9.       9. Imahjinasi (Imah Imajinasi)
Imahjinasi adalah platform yang bergerak dalam pembentukan dan fasilitasi ruang baca, belajar, dan bermain untuk anak-anak. Bentuk platform ini mirip dengan Taman Baca Masyarakat (TBM), namun kami menyebutnya sebagai Imahjinasi, yang tersusun dari dua kata, yakni imah yang berarti rumah, dan imajinasi. Kami berharap Imahjinasi tidak saja menjadi tempat membaca, belajar, dan bermain, tetapi juga mampu membuka cakrawala imajinasi anak-anak secara bebas. Tagline platform ini adalah “Aktif Bermain, Kreatif Belajar, Intensif Membaca.”




Keanggotaan
Keanggotaan ReliQ terdiri dari Anggota Penuh, Anggota Kehormatan, dan Anggota Relawan. Anggota Penuh adalah anggota yang telah disetujui dan ditetapkan oleh Badan Pendiri yang ditandai dengan Kartu Tanda Anggota. Anggota Kehormatan adalah perorangan yang dinilai telah berjasa untuk kepentingan pemberdayaan dan khususnya untuk kepentingan ReliQ yang ditetapkan oleh Badan Pendiri. Anggota Relawan adalah perorangan yang membantu kegiatan ReliQ yang terdiri dari Relawan Biasa, Relawan Partisipan, dan Relawan Spesialis. Relawan Biasa adalah perorangan yang telah membantu baik materiil maupun moril guna tercapainya visi dan misi ReliQ. Relawan Partisipan adalah perorangan yang berpartisipasi dalam kegiatan insidental ReliQ. Relawan Spesialis adalah perorangan yang membantu dalam kegiatan insidental ReliQ berdasarkan keahlian tertentu.


Struktur Organisasi
Badan Pendiri
Dr. Helmy Faizi Bahrul Ulumi, M.Hum. (Ketua)
Moh. Arif Bahtiar, S.Ud.
                Tirta Rahayu, S.Sos.
                Aldi Reihan
                Suanto
                Bagus Saefullah AG
                Allfin Awalludin
                Taqorufansyah
                Muhammad Ayi Imanudin
                Virda Sulistiawati
                Nurhayati
                Yupita
                Siti Hayatunufus
                Fatimah
                Ayang Gusti Mulia

Badan Pembina
                Prof. Dr. H.M.A. Tihami, M.A., M.M.
Prof. Dr. H.E. Sybli Syarjaya, L.M.L.

Badan Pengurus

Direktur Eksekutif
Aldi Reihan Bugar

Kesekretariatan & Humas
                Suanto
               
Bendahara
                Yupita

Deputi Bidang SDM dan Kelembagaan
                Bagus Saefullah
                Ahmad Agus Al Mahdi
                Milatul Uhro
Deputi Bidang Riset dan Publikasi
                Sofa Sofiani
Hidayat
                Ayang Gusti Mulia
                Muhammad Ayi Imanuddin               

Deputi Bidang Program
                Siti Hayatun Nufus
                Siti Nurjajilah
                Taqorufansyah

Deputi Bidang Usaha dan Kerjasama
                Nurhayati
                Siti Fatimah
                Virda Sulistiawati

Direktur Imahjinasi
                Allfin Awalludin



Kontak Kami:
Jalan Kesawon-Kaligandu Kampung Kesawon Selatri Kelurahan Trondol
Kecamatan Serang Kota Serang Provinsi Banten 42119

mobile phone : 0877-0874-72
WhatsApp: 0812-1799-9981
instagram: @Official_reliq
facebook: Salam Reliq




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rapat Kerja Rumah Edukasi dan Literasi al-Qur'an (ReliQ)

Ketua Jurusan BKI UIN SMH Banten apresiasi Permainan Rupe

Muda Berkarya dan Berbagi hingga ke Pelosok